Minggu, 30 Januari 2011

Tips: Effective Saved Money

  1. Menabunglah di awal, bukan di akhir. Jangan menabung dari uang sisa bulanan, tapi langsung sisihkan untuk ditabung begitu mendapatkan uang, sisanya baru dipakai untuk yang lainnya.
  2. Biar sedikit asal konsisten. Enggak usah menunggu berpenghasilan besar baru mulai menabung, karena semakin banyak penghasilan akan semakin besar pula pengelurannya. Berapapun penghasilan Anda, sebaiknya sisihkan setidaknya 10% dari penghasilan sebagai tabungan.
  3. Lebih awal, lebih baik atau jangan menunda-nunda untuk menabung karena semakin awal berinvestasi, semakin besar juga hasilnya.
  4. Perhatikan dengan baik di mana Anda menyimpan tabungan. Sebaiknya Anda tidak hanya menyimpan dalam rekening tabungan atau deposito saja, tetapi sebaiknya investasikan juga dana menganggur Anda untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.
  5. Investasikan dana Anda ke jenis PruLink (Investasi+Manfaat asuransi) agar dana Anda terlindungi sekaligus kesehatan juga terproteksi.
  6.  
Dikutip dari Buku Cashflow For Woman: Menjadikan Perempuan sebagai Manajer Keuangan Keluarga Paling Top. Ahmad Gozali

Jabir Ibn Hayyan - Bapak Kimia Modern


Nama lengkapnya adalah Abu Musa Jabir Ibn Hayyan (721-815), ilmuwan Muslim pertama yang menemukan dan mengenalkan disiplin ilmu kimia tersebut. Lahir di pusat peradaban Islam klasik, Kuffah (Irak), ilmuwan Muslim ini lebih dikenal dengan nama Ibnu Hayyan, dan di Barat disebut dengan nama Ibnu Geber. Ayahnya seorang penjual obay, meninggal demi penyebaran ajaran Syi’ah. Jabir kecil menerima pendidikannya Imam Syi’ah Ja’far Shadiq. Ia juga pernah berguru pada Barmaki Vizier pada masa kekhalifahan Abbasiyyah pimpinan Harun Al-Rasyid.

Penemuan ilmu kimia oleh Ibn Hayyan ini membuktikan bahwa ulama di masa lalu sudah lebih dulu mengenal dan menguasai ilmu-ilmu umum. ”Sesudah ilmu kedokteran, astronomi, dan matematika, bangsa Arab memberikan sumbangannya yang terbesar di bidang kimia,” tutur sejarawan Barat, Philip K Hitti, dalam History of The Arabs. Berkat penemuannya ini pula, Jabir dijuluki sebagai Bapak Kimia Modern.

Di abad pertengahan risalah-risalah Jabir di bidang ilmu kimia-termasuk kitabnya yang termasyhur, yaitu Kitab Al-Kimya dan Kitab Al-Sab’een, telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Terjemahann Kitab Al-Kimya bahkan telah diterbitkan oleh ilmuwan Inggris, Robert Chester tahun 1444, dengan judul The Book of the Compositon of Alchemy. Buku kedua (Kitab Al-Sab’een) diterjemahkan juga oleh Gerard Cremona. Berikutnya di tahun 1678, seorang Inggris lainnya, Richard Russel, mengalihbahasakan karya Jabir yang lain dengan Judul Summa of Perfection.

Berbeda dengan pengarang sebelumnya, Ricard-lah yang pertama kali menyebut Jabir dengan sebutan Geber, dan memuji Jabir sebagai seorang pangeran Arab dan filsuf. Buku ini kemudian menjadi sangat populer di Eropa selama beberapa abad lamanya. Dan telah pula memberi pengaruh pada evolusi ilmu kimia modern. Karya lainnya yang telah diterbitkan adalah; Kitab al-Rahmah, Kitab al-Tajmi, al-Zilaq al-Sharqi, Book of The Kingdom, Book of Eastern Mercury, dan Book of Balance (diterjemahkan oleh Berthelot).

Dalam karirnya, ia pernah bekerja di laboratorium dekat Bawwabah di Damaskus. Jabir mendasari eksperimennya secara kuantitatif dan instrumen yang dibuatnya sendiri, menggunakan bahan berasal dari logam, tumbuhan, dan hewani. Suatu kebiasannya adalah mengakhiri uraian suatu eksperimen dengan menuliskan, ”Saya pertama kali mengetahuinya dengan melalui tangan dan otak saya, dan saya menelitinya hingga sebenar mungkin, dan saya mencari kesalah yang mungkin masih terpendam.”

Dari damaskus ia kemudian kembali ke kota kelahirannya, Kuffah. Setelah 200 tahun kewafatannya, ketika penggalian tanah dilakukan untuk pembuatan jalan, laboratoriumnya yang telah punah, ditemukan. Di dalamnya terdapat peralatan kimianya yang hingga kini masih mempesona, dan sebatang emas yang cukup berat. Jabir Ibn Hayyan membuat instrumen pemotong, peleburan dan pengkristalan. Ia menyempurnakan proses dasar sublimasi, penguapan, pencairan, kristalisasi, pembuatan kapur, penyulingan, pencelupan, pemurnian, sematan (fixation), amalgamasi, dan oksidasi-reduksi. Semua itu ia telah siapkan tekniknya, praktis hampri semua technique kimia modern. Ia membedakan antara penyulingan langsung yang memakai bejana basah dan tak langsung yang memakai bejana kering. Dialah yang pertama mengklaim bahwa air hanya dapat dimurnikan melalui proses penyulingan.

Salah satu terobosan Jabir dalam bidang kimia adalah preparasi asam sendawa, hidroklorik, asam sitrat dan asam tartar. Itulah mengapa Jabir diberi gelar kehormatan sebagai ’Bapak Ilmu Kima Modern’ oleh sejawatnya di seluruh dunia., dalam tulisan Max Mayerhaff, bahkan disebutkan, jika ingin mencari akar pengembangan ilmu kimia di daratan Eropa, maka carilah langsung ke karya-karya Jabin Ibn Hayyan.

Jabir mengembangkan keilmuannya sampai batas tak tertentu. Dalam hal teori keseimbangan misalnya, diakui para ilmuwan modern sebagai terobosan baru dalam prinsip dan praktik alkemi dari masa sebelumnya. Sangat spekulatif, di mana Jabir berusaha mengkaji keseimbangan kimiawi yang ada di dalam suatu interaksi zat-zat berdasarkan sistem numerologi (studi mengenal arti klenik dari sesuatu dan pengaruhnya atas hidup manusia) yang diteapkannya dalam kaitan dengan alfabet 28 huruf Arab untuk memperkirakan proporsi alamiah dari produk sebagai hasil dari reaktan yang bereaksi.

Jelas dengan ditemukannya proses pembuatan asam anorganik oleh Jabir telah memberikan arti penting dalam sejarah kimia. Di antaranya adalah hasil penyulingan tawas, amonia khlorida, potasium nitrat dan asam sulferik.

Di antara karyanya yang terkenal adalah al-Hikmah al-Falsafiyah, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin Summa Perfection, ia menyatakan reaksi kimia adalah, ”Air raksa (merkuri) dan belerang (sulfur) bersatu membentuk satu produk tunggal, tapi masing-masing mempertahankan karakteristik alaminya. Kedua unsur itu berinteraksi dan bercampur sedemikian rupa sehingga tidak mungkin membedakannya. Jika ingin memisahkan bagian-bagian terkecil dari dua kategori itu oleh instrumen khusus, maka akan tampak bahwa tiap elemen (unsur) mempertahankan karakteristik teoretisnya. Hasilnya dalah suatu kombinasi kimiawi antara unsur yang terdapat dalam keadaan keterkaitan permanen tanpa perubahan karakteristik dari masing-masing unsur.”

Ide-ide eksperiman itu sekarang dikenal sebagai dasar untuk mengklasifikasikan unsur kiia, utamnya metal, nonmetal dan penguraian zat kimia. Dalam bidang ini ia merumuskan tiga tipe berbeda dari zat kimia berdasarkan unsur-unsurnya, yaituk; 1) Air (spirits), merupakan yang mempengaruhi penguapan pada proses pemanasan, seperti pada bahan camphor, arsenik dan amonium klorida. 2) Metal, seperti pada emas, perak, timah, tembaga, besi. 3) Bahan campuran, yang dapat dikonversi menjadi semacam bubuk.

Weh. . weh. . weh. . canggih pisan euy, ru macana tos keliengan apalagi praktekna, hehehe. Ten Finger dech buat om Jabir Ibn Hayyan.

Sumber: Majalah Puteri ed.04 Januari 2004 hal.84-85

Rabu, 04 Agustus 2010

Kulit Lembut dan Halus dengan Lidah Buaya dan Madu

Siapa yang tak kenal dengan bahan-bahan tersebut. Banyak sekali manfaat yang dihasilkannya baik untuk kesehatan ataupun untuk kecantikan. Bagi anda yang aktifitasnya berada di ruangan pendingin (Air Conditioner/AC) disetiap harinya sehingga kurang mendapat sinar matahari, bisa menyebabkan penuaan dini pada kulit seperti kulit menjadi kering atau keriput. *Ih serem... Sebelum hal itu terjadi pada diri anda, Nah tips yang  ini perlu dicobain dech dan juga ga bakalan nguras kantong anda.
Berikut yang anda perlu siapkan:
  • Siapkan lidah buaya secukupnya lalu kupas kulitnya dan ambil bagian dagingnya saja
  • Cuci bersih lidah buaya tersebut dan tiriskan
  • Campurkan madu kurang lebih 1 sendok makan
  • Kemudian usapkan bahan tersebut pada bagian tubuh anda seperti kaki dan tangan. 
  • Tunggulah sebentar hingga agak kering
  • Bilas kaki dan tangan sampai bersih
  • Lakukan 2x dalam seminggu dan Rasakan khasiatnya
  • Silahkan mencoba........

Jumat, 16 Juli 2010

Do u know? Siapa yang duluan Ayam atau Telur!

Sudah menjadi pertanyaan yang filosofis dan ilmiah antara ayam dan telur, siapa yang pertama duluan. Dahulu kala, waktu aku kecil pertanyaan itu selalu ada dibenak pikiranku sampai sekarang aku belum tahu jawabannya. Namun hari ini (15/7), setelah aku membaca berita di Liputan6.com terjawab sudah pertanyaan tersebut. Ehm.. pertanyaanya sich cukup simple mana yang lebih dulu diantara keduanya, akan tetapi membuat pusing jadinya jikalau tidak dibuktikan dengan uji ilmiah terlebih dahulu. Ternyata jawabannya adalah "Ayam". Berikut pemaparan beritanya:
Menurut laporan Mailonline, para peneliti menemukan pembentukan kulit telur bergantung satu protein yang hanya ditemukan di indung telur ayam. Maksudnya, telur hanya bisa ada jika berada di dalam ayam. Protein yang disebutovocledidin-17 (OC-17) bertindak sebagai katalis untuk mempercepat pengembangan kulit telur itu.
Cangkang keras penting sebagai tempat bagi kuning dan putih telur. Para ilmuwan dari universitas di Sheffield dan Warwick menggunakan super komputer untuk men-'zoom in' pembentukan telur. Komputer yang disebut HECToR itu mengungkapkan OC-17 penting dalam memulai kristalisasi atau tahap awal penciptaan kulit telur.
Protein tersebut mengubah kalsium karbonat menjadi kristal kalsit yang membentuk kulit telur. Kalsit kristal ada di berbagai tulang dan tempurung tetapi mereka terbentuk lebih cepat di dalam ayam. Unggas itu mampu menghasilkan enam gram kulit telur setiap 24 jam.
"Selama ini orang mengira yang lebih dulu ada adalah telur, tapi kini kita punya bukti ilmiah yang menunjukkan sebenarnya ayam yang lebih dulu ada," tuturan Dr Colin Freeman, dari Departemen Teknik Material Universitas Sheffield sambil menambahkan, "Ternyata, dengan memeriksanya secara jeli kita dapat melihat cara protein itu mengendalikan proses pembentukan kulit telur."
Profesor John Harding, dari jurusan yang sama di Sheffield, mengatakan  penemuan itu bisa berguna untuk hal lain. "Memahami cara ayam membuat kulit telur dapat memberi petunjuk menuju rancangan baru maupun bahan baru," katanya. Penemuan itu dipublikasikan dalam makalah "Structural Control Of Crystal Nuclei By An Eggshell Protein".

Kamis, 15 Juli 2010

Tips Mengurangi Bau Amis Ikan

Bila Anda hendak mengolah ikan tapi tidak suka bau amisnya yang bikin euh..mual atau enek perut, berikut cara mengatasi baunya itu:
  1. Bersihkan ikan dari segala macam kotoran yang menempel berikut insang yang ada dibagian kepalanya.
  2. Bila masih terdapat kotoran berwarna hitam gunakan dengan tissue dapur kering untuk membersihkanna, karena kotoran hitam itulah sumber dari amisnya ikan.
  3. Setelah bersih rendam dengan air perasan jeruk nipis selama kurang lebih 10 menit. Bila tidak ada jeruk nipis Anda bisa gunakan mentimun untuk menetralisir bau anyir tersebut. Mentimun tersebut ampuh juga untuk mengurangi bau amis ikan.
  4. Selamat mencoba.........

Rabu, 14 Juli 2010

Jenis-jenis Ukuran Kertas

Ukuran kertas secara Internasional terdapat seri A, B, dan C. Ukuran R dan F muncul sesuai permintaan pasar.Berikut ukuran-ukuran dari setiap seri dalam Milimeter.


Seri A
Seri A biasa digunakan untuk cetakan umum dan perkantoran serta penerbitan. Dasar ukuran adalah A0 yang luasnya setara dengan satu meter persegi. Setiap angka setelah huruf A menyatakan setengah ukuran dari angka sebelumnya.Jadi A1 adalah setengah dari A0 dan demikian seterusnya. ukuran yang paling banyak digunakan adalah A4.

A0841x1189
A1594x841
A2420x594
A3297x420
A4210x297
A5148x210
A6105x148
A774x105
A852x74
A937x52
A1026x37


Seri B

Seri B besarnya kira-kira di tengah antara 2 ukuran seri A, biasa digunakan untuk poster dan lukisan dinding
B01000X1414
B1707X1000
B2500X707
B3353X500
B4250X353
B5176X250
B6125X176
B788X125
B862X88
B944X62
B1031X44


Seri C

Seri C biasa digunakan untuk map, kartu post dan amplop
C0917X1297
C1648X917
C2458X648
C3324X458
C4229X324
C5162X229
C6114X162
C781X114
C857X81

Seri R
Seri R biasa digunakan untuk kertas jenis Foto untuk mencetak foto
2R60 x 90
3R89 x 127
4R102 x 152
5R127 x 178
6R152 x 203
8R203 x 254
8R Plus203 x 305
10R254 x 305
10R Plus254 x 381
11R279 x 356
11R Plus279 x 432
12R305 x 381
12R Plus305 x 465


Seri F

Seri F biasa digunakan untuk perkantoran dan fotocopy, biasa disebut kertas Folio
  • F4 = 210x330

Seri Kertas Lain
Ada beberapa ukuran lain yang terkadang memakai nama Inggris, diantaranya Letter (Kwarto) 215.9mm x 279.4mm, Legal 215.9 mm x 355.6 mm | A4+, A3+