Senin, 14 Maret 2011

MAHA GURU KEDOKTERAN DUNIA

IBNU SINA (Avicenna)
980-1037 M / 370 - 428 H


Abu Ali al-Husain ibn Abdullan ibn Sina adalah nama lengkap Ibnu Sina, yang lebih dikenal dengan sebutan ”Avicenna” oleh masyarakat barat. Dia adalah salah seorang jenius yang mahir dalam berbagai cabang ilmu. Dia lah pembuat ensiklopedi terkemuka dan pakar dalam bidang Kedokteran, Filsafat, Logika, Matematika, Astronomi, Musik, dan Puisi.
Beliau dilahirkan pada tahun 370 Hijriah 980 M di Afshana, yaitu sebuah desa yang terletak dengan Bukhara (Republik Uzbekistan). Ayahnya, Abdullah adalah seorang Gubernur Samanite yang kemudian ditugaskan di Bukhara. Sejak kecil ia telah memperlihatkan intelegensinya yang cemerlang dan kemajuan yang luar biasa dalam menerima pendidikan. Ia telah hafal al-Qur’an pada usia 10 tahun. Ia adalah seorang sangat tekun dalam menimba ilmu. Berkat kecerdasan dan kesungguhan yang luar biasa, dalam usia 17 tahun ia berhasil menjadi Filosof dan Dokter terkemuka di Bukhara.
Pada usia ang relatif muda, Ibnu Sina berhasil menyembuhkan Nuh ibn Mansur, seorang raja di Bukhara. Dalam proses penyembuhan tersebut, Raja Ibnu Mansur berkeinginan memberi Ibnu Sina hadiah, Ibnu Sina tak berhasrat pada harta benda yang ditawarkan sang raja hanya menginginkan perpustakaan yang ada di Istana. Sang raja mengangkatnya sebagai dokter istana. Sejak saat itu Ibnu Sina sering mengobati para penguasa di daratan Jaziarah Arab dan sekitarnya.
Pada usia 21 tahun, ketika berada di Khawarazm, ia mulai menulis karyanya yang pertama yang berjudul Al-Majmu yang mengandung berbagai ilmu pengetahuan yang lengkap. Kemudian ia melanjutkan menulis buku-buku lain. Buku yang pernah dikarang oleh Ibnu Sina, dihimpun dalam satu buku besar yang berjudul Essai de Bibliographi Abvicenna yang ditulis oleh Pater Dominican di Kairo.
Teori-teori anatomi dan fisiolog dalam buku-buku beliau menggambarkan analogi manusia terhadap negara, dan mikrokosmos (dunia keci) terhadap alam semesta sebagai makrokosmos (dunia besar). Misalnya digambarakan bahwa hati adalah ”pangerannya” tubuh manusia, sementara paru-paru adalah ”menterinya”. Leher merupakan ”jendelanya” badan, manakala kandung empedu sebagai ”markas pusatnya”. Limpa dan perut sebagai ”bumbung” sedangkan usus merupakan sistem komunikasi dan sistem pembuangan.
Buku karangannya al-Qanun Fit-Thibb (Canon of Medicine) memuat pernyataan yang tegas bahwa ”darah menglir secara terus-menerus dalam suatu lingkaran dan tak pernah berhenti”. Namun ini belum dapat dianggap sebagai suatu penemuan tentang sirkulasi darah, karena bangsa Cina tidak membedakan antara urat-urat darah halus (Vena) dengan pembuluh nadi (arteri). Analogi tersebut hanyalah analogi yang digambarkan antara gerakan darah dan siklus alam semesta, pergantian musim dan gerakan-gerakan tubuh tanpa peragaan secara emperik pada keadaan yang sebenarnya. Buku ini sejak zaman dinasti Han di Cina telah menjadi rujukan standar karya-karya medis Cina.
Buku ini terdiri dari 14 jilid dan telah dianggap sebagai himpunan perbendaharaan ilmu kedokteran.
Ilmu kedokteran modern banyak mendapat pelajaran dari Ibnu Sina, dari segi penggunaan obat, diagnosis dan pembedahan. Bahkan diperkenalkan penyembuhan secara sistematis yang menjadikan rujukan selama tujuh abad kemudian (sampai abad ke-17).
Pada abad ke-12 M Gerad Cremona yang berpindah ke Toledo, Spanyol telah menerjemahkan buku Ibnu Sina kebahasa Latin. Buku ini menjadi buku rujukan utama di universitas-universitas Eropa hingga 1500 M. Bukunya telah disalin (cetak) sebanyak 16 kali dalam bahasa Latin 15 edisi dan sebuah edisi dalam bahasa Yahudi (Hebrew). Di samping itu, buku tersebut rurut diterjemahkan kedalam bahasa Inggirs, Prancis, Spanyol, dan Italia. Pada abad ke-16 M, buku ini dicetak 21 kali.
Al-Qanun Fit-Thibb juga digunakan sebagai buku teks kedokteran di berbagai universitas di Prancis. Misalnya di Sekolah Tinggi Kedokteran Montpellier dan Louvin yang telah menggunakanyya sebagai bahan rujukan pada abad ke-17 M. Sementara itu, Prof. Philip K. Hitti telah menganggap buku tersebut sebagai “Ensiklopedia Kedokteran”.
Al-Qanun Fit-Thibb telah membincangkan serta membahas tentang penyakit saraf. Buku tersebut juga membahas tentang cara-cara pembedahan yang menekankan tentang keperluan pembersihan luka. Bahkan di dalam buku-buku tersebut jgua dinyatakan keterangan dengan lebih jelas di samping hiasan gambar-gambar dan sektsa-sketsa yang sekaligus menunjukkan pengetahuan anatomi Ibnu Sina ang luas.
Penulis-penulis barat telah menganggap Ibnu Sina sebagai “Bapak Kedokteran” karena ia talah memadukan teori kedokteran Tunani Hipocrates dan Galen dan pengalaman dari ahli-ahli kedokteran dari India dan Parsi serta pengalaman beliau sendiri.
Beliau telah menghasilkan karya 250 buah karya dan masih dipakai sampai saat ini, 116 buah karyanya membahas bidang Ilmu Kedokteran. Banyak karyanya ditulis dalam bahasa Arab dan juga bebarapa dalam bahasa parsi.
Ibnu Sina meninggal pada tahun 1073 karena penyakit Maag, saat kembali ke kota yang disukainya, Hamadhan. Walu ia sudah meninggal, namun berbagai ilmunya sangat berguna dan digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit yang kini diderita umat manusia.

KARYA-KARYA IBNU SINA
  1. Kitab al-Majmu, tentang ilmu pengetahuan yang lengkap
  2. Kitab asy-Syifa’ (The Book of Recovery/The Book of Remedy), tentang pengobatan
  3. Kitab al-Qanun Fit-Thibb, tentang cara pengobatan yang sistematis
  4. Kitab Remedies for the Heart, berisi tentang sajak-sajak
  5. Kitab an-Najah, tentang filsafaf
  6. Penemuan tentang anatomi tubuh
  7. Penemuan tentang pengobatan psikosomatik
  8. Penemuan di bidang kimia tentang logam
  9. Penemuan di bidang geografi tentang asal muasal lembah
  10. Penemuan tentang peredaran darah
  11. Kitab Fi Aqsamil Ulumil Aqliya (On the Devision of the Rational Sciences) tentang pembagian ilmu-ilmu rasional
  12. Kitab an-Nayat (Book of Deliverence), tentang kebahagiaan jiwa
  13. Kitab Risalah as-Siyasah (Book of Politics),tentang politik
  14. Penemuan di bidang Materi Media
  15. Penemuan di bidang psikoterapi
  16. Kitab al-Musiqa, tentang logika
  17. Kitab al-Mantiq, tentang logika
  18. Kitab Uyun al-Hikmah, tentang filsafat
  19. Kitab al-Hilmah el-Masyriqiyyin, tentang filsafat timur
  20. Kitab al-Insyaf tentang keadilan sejati
  21. Kitab al-Isyarat wat Tanbihat, tentang prinsip ketuhanan dan keagamaan
  22. Kitab Isaguji (The Isagoge) tentang logika
  23. Kitab Fi ad-Din (Liber de Mineralibus) tentang mineral
  24. Kitab al-Qasidah al-Aniyyah tentang prosa
  25. Kitab Sadidiya tentang kedokteran
  26. Kitab Risalah at-Thayr tentang roman fiktif
  27. Kitab Danesh Nameh, tentang filsafat
  28. Kitab Mujiz Kabir Wa Saghir, tentang dasar-dasar ilmu logika secara lengkap

Source:
Ibnu Sina; penulis, NIN Studio, penyunting, Tim GIP-Cet.1--Jakarta: Gema Insani Press 2006
Latif,Abdul. Hidayatullah. 2005. Pejuang dan Pemikir Islam Dari Masa ke Masa. Jakarta: Iqra Insan Press. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please send ur suggestion!!!