Rabu, 14 Juli 2010

Jenis-jenis Ukuran Kertas

Ukuran kertas secara Internasional terdapat seri A, B, dan C. Ukuran R dan F muncul sesuai permintaan pasar.Berikut ukuran-ukuran dari setiap seri dalam Milimeter.


Seri A
Seri A biasa digunakan untuk cetakan umum dan perkantoran serta penerbitan. Dasar ukuran adalah A0 yang luasnya setara dengan satu meter persegi. Setiap angka setelah huruf A menyatakan setengah ukuran dari angka sebelumnya.Jadi A1 adalah setengah dari A0 dan demikian seterusnya. ukuran yang paling banyak digunakan adalah A4.

A0841x1189
A1594x841
A2420x594
A3297x420
A4210x297
A5148x210
A6105x148
A774x105
A852x74
A937x52
A1026x37


Seri B

Seri B besarnya kira-kira di tengah antara 2 ukuran seri A, biasa digunakan untuk poster dan lukisan dinding
B01000X1414
B1707X1000
B2500X707
B3353X500
B4250X353
B5176X250
B6125X176
B788X125
B862X88
B944X62
B1031X44


Seri C

Seri C biasa digunakan untuk map, kartu post dan amplop
C0917X1297
C1648X917
C2458X648
C3324X458
C4229X324
C5162X229
C6114X162
C781X114
C857X81

Seri R
Seri R biasa digunakan untuk kertas jenis Foto untuk mencetak foto
2R60 x 90
3R89 x 127
4R102 x 152
5R127 x 178
6R152 x 203
8R203 x 254
8R Plus203 x 305
10R254 x 305
10R Plus254 x 381
11R279 x 356
11R Plus279 x 432
12R305 x 381
12R Plus305 x 465


Seri F

Seri F biasa digunakan untuk perkantoran dan fotocopy, biasa disebut kertas Folio
  • F4 = 210x330

Seri Kertas Lain
Ada beberapa ukuran lain yang terkadang memakai nama Inggris, diantaranya Letter (Kwarto) 215.9mm x 279.4mm, Legal 215.9 mm x 355.6 mm | A4+, A3+


Sabtu, 29 Mei 2010

Tips Menghapal Al-Qur'an

Sedikit berbagi ilmu bagaimana menghafal al-Qur'an dengan cepat. Berikut ini langkah-langkahnya:
1. Niat,tekadkan niatkan kita secara mantap bahwa anda bersungguh-sungguh akan menghafal al-Qur'an, ucapkan pada diri sendiri "Menghapal al-Qur'an itu mudah". Jikalau tidak pasti banyak godaan yang menghadang, ya maklumlah ada saja yang syirik dibelakang itu (syeitan). Banyak cara untuk menghalangi hamba Allah bertawadhu kepada sang khalik.
2. Tajwid, kaidah tajwidnya harus dipelajari dahulu sampai paham betul.
3. Dimulai secara tartil, maksudnya apa yang kita hafal itu harus benar-benar diperhatikan secara detail mulai dari tanda jeda, waqofnya dan lain sebagainya hampir sama dalam kaidah bahasa indonesia saja.
4. Teknis menghafal:
 Qiraat bin nazar (secara melihat) dan qiraat bin ghaid (tak melihat), maksudnya dalam menghafal, kita benar-benar memperhatikan dengan tadabur (dihayati) apa yang kita lihat kemudian dihafalkan sampai betul-betul hafal hingga tak melihat teks lagi baik artinya maupun tulisannya. Bila lupa usahakan jangan sampai membuka al-Qur’an itu, ingat-ingat terlebih dahulu kalupun sudah mentok baru boleh melihat teks atau kalimat al-Qur’an tersebut, setelah itu bila sudah hafal barulah menghafal secara tidak melihat al-Qur’an lagi.
 Taqirur karniah (Sedikit menghafal), jangan terlalu banyak hafalan yang penting sedikit menghafal tapi tak mengulang lagi. Karena, biasanya sudah hafal ingin menambah hafalannya hingga hafalan yang terdahulu jadi terlupakan. Bila sudah demikian akan susah untuk mengulangnya kembali.
 Iktiqrar (mengulang), ingat-ingat kembali apa yang telah dihafal sampai matang.
Tahapan dalam menghafal:
1. Hafalan Baru, waktu yang tepat ialah pada pagi hari ba’da shalat subuh.
2. Mengulang, setelah hafal betul ulangi hafalan tersebut sampai mantap. Waktunya bisa disesuaikan dengan scedule kita umpanya ba’da Ashar.
3. Mengulang yang lama, ulangi kembali hafalan kita agar tak terlupakan kembali, ingat bila sudah lupa sulit untuk menghafalnya kembali. Jangan pernah menambah hafalan baru kita bila hafalan yang lama belum tuntas atau hafal secara mantap.

Catatan Penting:
 Harus konsisten dalam menyetor hafalan, cari orang yang mau menerima setoran hafalan kita dengan disiplin.
 Targetkan hafalan kita, misalnya targetnya 2 tahun setengah berarti setiap hari kita harus menghafal 1 halaman.
 Ambil waktu emergency, khawatir kita sakit ataupun terjadi sesuatu hal yang menimpa kita, misal pada hari minggu.
 Dibuat secara alami, jangan terlalu dipusingkan dengan hal tersebut yang terpenting kuncinya adalah disiplin dalam menghafal.
 Jadikan hafalan itu sebagai wirdud tilawah (wirid tilawah al-Qur’an) misalnya sehabis shalat 1 lembar.
 Cari al-Qur’an pojokan atau setiap akhir baris pasti berhenti.

Rabu, 28 April 2010

ALL ABOUT EINSTEIN



Einstein's father

Einstein's mother

House of Einstein

Einstein's childhood photo

School class photograph in Munich , 1889. Einstein is in the front row, second from right. He did well only in mathematics and in Latin (whose logic he admired).

Was Einstein's Brain Different?

Of course it was-people's brains are as different as their faces. In his lifetime many wondered if there was anything especially different in Einstein's. He insisted that on his death his brain be made available for research. When Einstein died in 1955, pathologist Thomas Harvey quickly preserved the brain and made samples and sections. He reported that he could see nothing unusual. The variations were within the range of normal human variations. There the matter rested until 1999. Inspecting samples that Harvey had carefully preserved, Sandra F. Witelson and colleagues discovered that Einstein's brain lacked a particular small wrinkle (the parietal operculum) that most people have. Perhaps in compensation, other regions on each side were a bit enlarged-the inferior parietal lobes. These regions are known to have something to do with visual imagery and mathematical thinking. Thus Einstein was apparently better equipped than most people for a certain type of thinking. Yet others of his day were probably at least as well equipped-Henri Poincaré and David Hilbert, for example, were formidable visual and mathematical thinkers, both were on the trail of relativity, yet Einstein got far ahead of them. What he did with his brain depended on the nurturing of family and friends, a solid German and Swiss education, and his own bold personality.

A late bloomer: Even at the age of nine Einstein spoke hesitantly, and his parents feared that he was below average intelligence. Did he have a learning or personality disability (such as "Asperger's syndrome," a mild form of autism)? There is not enough historical evidence to say. Probably Albert was simply a thoughtful and somewhat shy child. If he had some difficulties in school, the problem was probably resistance to the authoritarian German teachers, perhaps compounded by the awkward situation of a Jewish boy in a Catholic school.


Einstein in the Bern patent office


Einstein when his light bending theory conformed


Einstein in Berlin with political figures


Einstein in a Berlin synagogue in 1930, playing his violin for a charity concert.



The Solvay Congress of 1927


E = MC^2




POSTWAR SIGNING


Einstein in his study in his home in Berlin, 1919.


Einstein at his home in Princeton, New Jersey


signature of the legend

Senin, 17 Agustus 2009

HUT RI KE-64 DI COTA CILEGON

Merdeka.... Merdeka... Merdeka. yups setiap tanggal 17 Agustus, rakyat Indonesia mengumandangkan suara mereka. Di setiap event kemerdekaan tersebut masyrakat turut berpartisipasi untuk meramaikan semarak kemerdekaan seperti ikut dalam berbagai perlombaan atau hanya sebagai penonton/pendukung like me. . . he3x. Saya sangat senang dan sekaligus bangga menjadi penduduk Indonesia karena semangat kemerdekaan tersebut masih tertanam dalam urat nadi kita meskipun berbagai ras, budaya, bahasa, dan agama berbeda tetap satu jua seperti Lambang Bangsa Indonesia "Bhineka Tunggal Ika".

Kemarin (17/08/09) di Cilegon ada berbagai perlombaan di gelar, seperti Lomba PASKIBRA, MARCHIN BAND, dan lain sebagainya. Lomba tersebut dimulai dari garis Start Gedung DPD Cilegon dan berakhir di Jon-in. Masyarakat setempat sangat antusias untuk melihat acara perlombaan yang digelar setiap tahunnya dan acaranya pun cukup meriah. Akibatnya kemacetan terjadi di Jalan Raya Cilegon yang biasa digunakan untuk kepentingan kendaraan umum dan di alihkan ke Jalan Merak yang rutenya sangat jauh dari tempat yang ingin di tuju dan berakhir normal setelah acara perlombaan selesai di laksanakan sekitar 17.00 WIB.