Cewek muda kaya Raya (amiiin!)
Ga harus nunggu sampai kita umur 25 tahun, lulus kuliah, dan punya modal besar untuk jadi seorang entrepreneur. Kita bias kok mulai dari sekarang. Makin cepat mulainya, makin cepat kayanya, hi hi hi…^_^
Entrepreneur? Apaan tuh? Menurut Merram-Webster Online Dictionary, entrepreneur adalah seseorang yang mengatur, menjalankan, dan bertanggung jawab atas segala risiko yang terjadi dari bisnis yang ia jalankan. Masih bingung? BAhasa gampangnya sih, entrepreneur itu adalah wiraswastawan, alias orang yang mendirikana sebuah usaha dan mengelolanya sendiri, serta menjadi bos buat dirinya sendiri dan orang lain.
Trus apa kita jadi seorang entrepreneur? Hmm… kenapa nggak? Nih deretan alasannya:
- Krisis Global
Pada tahu donk kalau ekonomi dunia saat ini sedang buruk banget? Dan dampaknya sedikit banyak pasti kena sama keluarga kita. Paling enggak, kita asemua pasti disuruh mengikat pinggang lebih kencang. Atau, scenario paling buruk, amit-amit nih ya, ortu kita kena PHK. Duh..Dengan punya usaha sendiri, kita bias ngeringanin beban ortu, missal enggak perlu minta uang jajn lagi. Keren banget, tuh!
- Cari Uang sendiri
Bayangkan, senangnya kalau punya uang sendiri. Enggak perlu selalu tergantung sama kebaikan hati ortu. Plus, kepuasan batin kalau kita bias beli barang impian dengan hasil keringat sendiri. Asli, gals, puas banget.
- Belajar jadi Bos
Punya usaha sendiri akan melatih kita untuk menjadi seorang pemimpin. Buat diri sendiri, karena kita pasti akan belajar untuk lebih disiplin, bertanggung jawab, dan mengatur diri kita dengan lebih baik, juga buat orang lain. Dan percaya dech, jadi bos buat orang lain itu gak gampang, lho. Selain harus berwibawa, kita juga mesti punya empati, dan mau mendengarkan pendapat orang lain.
- It look good cv
Kalau suatu hari nanti kita pengen kerja sama orang, pernah punya pengalaman kerja (terutama punya bisnis sendiri) pasti akan jadi salah satu kualitas yang oke banget.
- Mengasah Kemampuan
Biar enggak karatan, atau lebih parah lagi, hilang, bakat kita perlu terus diasah. Dan menjadikannya sebagai bisnis adalah salah satu cara paling oke untuk mengasahnya.
- Investasi
Tabung keuntungan usaha kita, terus investasikan dech. Bisa buat buka bisnis baru, atau beli mobil atau bahkan….rumah???Hemmm….
- Siapkan Mental Jadi Pengusaha
Anda harus mengetahui ciri seorang pengusaha. Asal tahu saja, pengusaha berbeda dengan karyawan. Jika karyawan biasanya cenderung segera menghabiskan gaji bulanannya, Pengusaha tidak! Seorang pengusaha akan menginvestasikan kembali sebagian penghasilan yang diperolehnya untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi. Maka jika Anda ingin memulai usaha, terapkanlah mental pengusaha, bukan mental karyawan.
- Visi dan Misi Jelas
Anda harus mengetahui visi dan misi dalam berbisnis. Visi dan misi itu bisa menjadi panduan Anda untuk melangkah. Seringkali suatu usaha saat mulai berkembang mengalami kegagalan karena organisasi tsb tidak memfokuskan diri kpd peningkatan kemajuan bisnis awal, tetapi terlalu banyak mencoba mengembangkan bidang usaha lain. Anda sabar saja, fokuskan pada satu bisnis dulu; baru kemudian jika Anda sudah sukses silahkan mau jungkir-balik bisnis apa saja OK.
- Bisnis Itu Gampang
Sebagai calon pengusaha Anda harus berpikiran strategis dan ‘simpel’. Bicara soal bisnis, sederhana saja. Sbg contoh Anda berbisnis minuman mineral. Anda tinggal membeli sebotol minuman mineral seharga Rp 100 dan menjualnya kembali dengan harga Rp 1500 shg diperoleh keuntungan Rp 500 dan jangan sampai menjual dg harga yg lebih rendah krn akan rugi. Ya, dg menjual sebotol minuman mineral dan memperoleh keuntungan Rp 500, Anda sudah menjadi pebisnis. Tinggal dikalikan dan ditingkatkan kuantitas dan kualitas-nya. Intinya sederhana, target Anda adalah memperoleh laba, niscaya bisnis Anda akan makin moncer.
- Jangan Takut PerModal-an
Modal acapkali dikeluhkan oleh para calon pengusaha. Mereka gusar krn kesulitan modal. Anda tentu tak perlu risau. Modal berkait erat dg seberapa besar usaha yg akan Anda jalankan. Dg modal sekitar 2-10 jutaan yg dapat Anda rogoh dr tabungan sendiri Anda sudah bisa ‘lenggang-kangkung’ jadi pengusaha. Jadi jangan takut kesulitan modal, dg modal cekak pun Anda masih dapat membuka usaha.
Jika Anda masih kesulitan, Anda bisa menggandeng saudara atau bahkan kawan. Selain lebih mudah dalam menjalankan usaha, Anda tidak disibukkan dg berbagai tagihan layaknya berhutang di bank. Akan tetapi jika Anda bertekad ingin mmbuka usaha yg lebih besar, meminjam di bank bukan hal tabu. Anda tinggal mengatur usaha Anda lebih pesat lagi, tentu laba yg bakal dikeruk pun semakin “aduhai”. Jadi Anda masih bisa eksis dan membayar kredit di bank.
- Tempat Strategis
Urusan tempat memang agak ribet, tapi jika Anda sudah tahu kuncinya, ditanggung beres. Kuncinya adalah carilah tempat yg strategis. Strategis bisa jadi tempat yg ramai, dekat dg aktivitas warga, atau dekat sekolah, kantor dan kampus. Tapi urusan tempat acapkali mengecoh lho, makanya harus hati-hati. Sebab ada juga tempat yg berada di lokasi yg tidak ramai dan strategis, eh ternyata berjubel pengunjung. Lalu kuncinya apa? Tentu saja, jika itu rumah makan, pelayanan dan makanan yg menggugah selera pastilah kuncinya. Intinya jika Anda sangat kesulitan menentukan tempat lokasi usaha, jangan gusar sebab Sampeyan toh bisa menjual keunggulan lain yg Anda miliki.
Langkah lain yg bisa Anda tempuh, yakni menciptakan strategi khusus ut menarik konsumen. Contohnya salah satu UKM di Yogya yg menjual makanan tradisional sbg oleh-oleh yg tokonya berada di gang yg sempit. UKM tsb memakai strategi dg bekerja-sama dg biro perjalanan/travel dan dlm setiap kemasan/bungkusnya dicetak peta/denah ut mencapai lokasi UKM tsb.
- Siap Buka Usaha
OK, Anda sudah siap dg modal dan lahan usaha. Langkah berikutnya adalah siap membuka usaha. Jika Sampeyan pemula dan benar-benar masih ‘hijau’ tak perlu berkecil hati. Sampeyan harus tetap optimis, atau jika Sampeyan bisa, gandenglah mentor yg bisa membimbing dan mengawal selama masa-masa awal buka usaha. Di samping itu Sampeyan perlu juga bergabung dengan komunitas2 pengusaha. Karena dg itu bisa mendapatkan bimbingan, saran, masukan scr berkesinambungan dg biaya yg ringan. Di samping jika mental sedang turun (negatif), peran mentor dan komunitas bisa menjadi sumber inspirasi dan pembangkit semangat.
- Manajemen Resiko
Sampeyan harus ingat sejak awal semua usaha berkait erat dg resiko. Semakin usaha Sampeyan moncer dan dikenal luas, nama Sampeyan dipertaruhkan. Ibaratnya semakin tinggi pohon tentunya semakin kencang angin menerpa.
Oleh sebab itu, Sampeyan harus selalu mengecek kemajuan bisnis Sampeyan. Jika menjumpai keadaan yg janggal, Sampeyan harus segera sigap.
- Cerdas Menyikapi Kegagalan
Dalam menyikapi kegagalan (menurut Fuad Muftie), seorang entrepreneur harus segera sadar dan bergerak cepat. Sebab, banyak pengusaha yg setelah sadar; ternyata bisnisnya telah jalan di tempat, atau malah kolaps. Nah (menurut Fuad Muftie) kegagalan tsb krn disebabkn bbrp hal, yakni sbb.:
a. Tidak memisahkan antara keuangan pribadi dg keuangan bisnis/perusahaan. Ini penting bg pemula agar sejak awal memisahkan keuangan perusahaan dan keuangan pribadi. Pemilik berhak mengambil bagian dari penghasilan/keuntungan bisnis. Tapi jumlah dan cara pengambilannya harus jelas tersistem. Dan setelah itu jangan sampai mencampur uang pribadi dan uang perusahaan. Adanya jumlah uang yg tersisa dari bisnis/toko tidak selalu menunjukkan keuntungan perusahaan.
b. Tidak adanya sistem yg baku. Bagi bisnis yg baru dirintis hendaknya mulai disiapkan sistemnya, shg jika mulai membesar, sistemnya sudah bagus. Dan kalau bisnis tidak berkembang, bisa dievaluasi sistem yg ada. Hendaknya dihindari sistem bisnis yg melekat pada pemiliknya; sehingga jika pemilik tidak ada/berhalangan, bisnis tidak ikutan berhalangan. Semakin kecil campur tangan pemilik dalam bisnisnya berarti semakin baik.
c. Sistem perekrutan karyawan yg kurang bagus. Perekrutan karyawan yg bagus biasanya akan menghasilkan karyawan yg bagus juga. Contohnya: Jika ada orang yg meminta pekerjaan dan langsung diberi pekerjaan, maka ia akan merasa “gampang banget gitu loh”. Akan beda jika perekrutan melalui tahap seleksi. Kemudian setelah diperoleh karyawan, kita bilang “Selamat, Sampeyan diterima di perusahaan ini dan Sampeyan telah mengalahkan 100 orang saingan Sampeyan!”. Tentu akan beda semangat kerjanya.
- Cerdas Memperlakukan Laba
OK, bisnis Sampeyan sudah mengeruk laba menggiurkan, Sampeyan pastinya bersemangat. Nah, laba yang sudah di genggaman harus Sampeyan perlakukan secara bijak. Jangan asal gelontorkan uang jutaan rupiah hanya untuk keperluan yg tidak perlu dan penting. Ingat Sampeyan adalah seorang pengusaha, laba yg sudah Sampeyan genggam harus Sampeyan gunakan untuk memperbesar bisnis Sampeyan. Jadi Sampeyan jangan terlena dengan laba yg menggiurkan.
- Asah Kreativitas dan Kejelian
Jika bisnis Sampeyan laris manis, itulah buah dari hasil kerja Sampeyan selama ini. Jangan Sampeyan merasa puas dulu, para kompetitor/pesaing sudah banyak bertebaran. Kita lengah sedikit, bisa saja bisnis kita mengalami kemacetan. Maka rajin-rajinlah melakukan manuver yg brilian. Misalnya, jika Sampeyan berbisnis makanan, raciklah menu yg unik dan kenalkan menu2 baru yg beda dari biasanya, niscaya pelanggan tak bakal jemu. Cara lain, jika laba sudah “menggunung”, kepakkan sayap. Sampeyan bisa membuka cabang di tempat lain dan bersiap-siaplah rupiah akan mengalir deras masuk ke kantong Sampeyan.
dikutip dari buku Untung Besar Modal 2 Juta, Penerbit Indonesia Cerdas (Gedung GalangPress Center); Jl. Mawar Tengah Baciro Yogyakarta; cetakan XI, 2010.
