Minggu, 30 Januari 2011

TIPS : MEMPERLAKUKAN ARISAN


  • Jadikan arisan sebagai latihan untuk bisa menabung secara rutin dan perencanaan keuangan jangka pendek
  • Jadikan arisan sebagai sarana meluaskan jaringan pemasaran
  • Hati-hati dengan arisan berantai. Jangan pedulikan tawaran arisan berantai yang menawarkan hadiah tanpa harus melakukan apa-apa kecuali merekrut anggota baru. Iuran Anda digunakan untuk membayar anggota lama, hadiah untuk Anda akan diambil dari anggota baru dan begitu seterusnya. Yang masuk duluan untung, dan yang masuk belakangan rugi, alias tidak akan mendapat apa-apa. Hal ini bisa menjadi ajang penipuan oleh para anggota lama untuk merekrut anggota baru
  •  Hindari arisan sistem call/lelang, di mana pemenang arisan ditentukan dengan cara lelang siapa yang berani menerima lebih sedikit asalkan bisa menerima lebih dahulu. Praktik ini bisa dikatakan sebagai bunga terselubung.
 
Dikutip dari Buku Cashflow For Woman: Menjadikan Perempuan sebagai Manajer Keuangan Keluarga Paling Top. Ahmad Gozali

Tips: Hemat Berbusana


  1.  Pahami dengan seksama esensi berbusana sebagai cara untuk menutup aurat dengan sempurna
  2. Tidak usah pergi ke butik untuk bisa tampil modis, ikuti saja model pakaian di majalah dan bawalah ke penjahit pilihan Anda.
  3. Tak perlu punya banyak aksesoris dari perhiasan, yang penting tampak cocok dan serasi dengan pakaian
  4. Milikilah pakaian dengan kombinasi yang dapat saling dipadupadankan
  5. Tidak usah berlebihan dalam berdandan, karena kecantikan alami lebih dihargai

Dikutip dari Buku Cashflow For Woman: Menjadikan Perempuan sebagai Manajer Keuangan Keluarga Paling Top. Ahmad Gozali

Tips: Effective Saved Money

  1. Menabunglah di awal, bukan di akhir. Jangan menabung dari uang sisa bulanan, tapi langsung sisihkan untuk ditabung begitu mendapatkan uang, sisanya baru dipakai untuk yang lainnya.
  2. Biar sedikit asal konsisten. Enggak usah menunggu berpenghasilan besar baru mulai menabung, karena semakin banyak penghasilan akan semakin besar pula pengelurannya. Berapapun penghasilan Anda, sebaiknya sisihkan setidaknya 10% dari penghasilan sebagai tabungan.
  3. Lebih awal, lebih baik atau jangan menunda-nunda untuk menabung karena semakin awal berinvestasi, semakin besar juga hasilnya.
  4. Perhatikan dengan baik di mana Anda menyimpan tabungan. Sebaiknya Anda tidak hanya menyimpan dalam rekening tabungan atau deposito saja, tetapi sebaiknya investasikan juga dana menganggur Anda untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.
  5. Investasikan dana Anda ke jenis PruLink (Investasi+Manfaat asuransi) agar dana Anda terlindungi sekaligus kesehatan juga terproteksi.
  6.  
Dikutip dari Buku Cashflow For Woman: Menjadikan Perempuan sebagai Manajer Keuangan Keluarga Paling Top. Ahmad Gozali

Jabir Ibn Hayyan - Bapak Kimia Modern


Nama lengkapnya adalah Abu Musa Jabir Ibn Hayyan (721-815), ilmuwan Muslim pertama yang menemukan dan mengenalkan disiplin ilmu kimia tersebut. Lahir di pusat peradaban Islam klasik, Kuffah (Irak), ilmuwan Muslim ini lebih dikenal dengan nama Ibnu Hayyan, dan di Barat disebut dengan nama Ibnu Geber. Ayahnya seorang penjual obay, meninggal demi penyebaran ajaran Syi’ah. Jabir kecil menerima pendidikannya Imam Syi’ah Ja’far Shadiq. Ia juga pernah berguru pada Barmaki Vizier pada masa kekhalifahan Abbasiyyah pimpinan Harun Al-Rasyid.

Penemuan ilmu kimia oleh Ibn Hayyan ini membuktikan bahwa ulama di masa lalu sudah lebih dulu mengenal dan menguasai ilmu-ilmu umum. ”Sesudah ilmu kedokteran, astronomi, dan matematika, bangsa Arab memberikan sumbangannya yang terbesar di bidang kimia,” tutur sejarawan Barat, Philip K Hitti, dalam History of The Arabs. Berkat penemuannya ini pula, Jabir dijuluki sebagai Bapak Kimia Modern.

Di abad pertengahan risalah-risalah Jabir di bidang ilmu kimia-termasuk kitabnya yang termasyhur, yaitu Kitab Al-Kimya dan Kitab Al-Sab’een, telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Terjemahann Kitab Al-Kimya bahkan telah diterbitkan oleh ilmuwan Inggris, Robert Chester tahun 1444, dengan judul The Book of the Compositon of Alchemy. Buku kedua (Kitab Al-Sab’een) diterjemahkan juga oleh Gerard Cremona. Berikutnya di tahun 1678, seorang Inggris lainnya, Richard Russel, mengalihbahasakan karya Jabir yang lain dengan Judul Summa of Perfection.

Berbeda dengan pengarang sebelumnya, Ricard-lah yang pertama kali menyebut Jabir dengan sebutan Geber, dan memuji Jabir sebagai seorang pangeran Arab dan filsuf. Buku ini kemudian menjadi sangat populer di Eropa selama beberapa abad lamanya. Dan telah pula memberi pengaruh pada evolusi ilmu kimia modern. Karya lainnya yang telah diterbitkan adalah; Kitab al-Rahmah, Kitab al-Tajmi, al-Zilaq al-Sharqi, Book of The Kingdom, Book of Eastern Mercury, dan Book of Balance (diterjemahkan oleh Berthelot).

Dalam karirnya, ia pernah bekerja di laboratorium dekat Bawwabah di Damaskus. Jabir mendasari eksperimennya secara kuantitatif dan instrumen yang dibuatnya sendiri, menggunakan bahan berasal dari logam, tumbuhan, dan hewani. Suatu kebiasannya adalah mengakhiri uraian suatu eksperimen dengan menuliskan, ”Saya pertama kali mengetahuinya dengan melalui tangan dan otak saya, dan saya menelitinya hingga sebenar mungkin, dan saya mencari kesalah yang mungkin masih terpendam.”

Dari damaskus ia kemudian kembali ke kota kelahirannya, Kuffah. Setelah 200 tahun kewafatannya, ketika penggalian tanah dilakukan untuk pembuatan jalan, laboratoriumnya yang telah punah, ditemukan. Di dalamnya terdapat peralatan kimianya yang hingga kini masih mempesona, dan sebatang emas yang cukup berat. Jabir Ibn Hayyan membuat instrumen pemotong, peleburan dan pengkristalan. Ia menyempurnakan proses dasar sublimasi, penguapan, pencairan, kristalisasi, pembuatan kapur, penyulingan, pencelupan, pemurnian, sematan (fixation), amalgamasi, dan oksidasi-reduksi. Semua itu ia telah siapkan tekniknya, praktis hampri semua technique kimia modern. Ia membedakan antara penyulingan langsung yang memakai bejana basah dan tak langsung yang memakai bejana kering. Dialah yang pertama mengklaim bahwa air hanya dapat dimurnikan melalui proses penyulingan.

Salah satu terobosan Jabir dalam bidang kimia adalah preparasi asam sendawa, hidroklorik, asam sitrat dan asam tartar. Itulah mengapa Jabir diberi gelar kehormatan sebagai ’Bapak Ilmu Kima Modern’ oleh sejawatnya di seluruh dunia., dalam tulisan Max Mayerhaff, bahkan disebutkan, jika ingin mencari akar pengembangan ilmu kimia di daratan Eropa, maka carilah langsung ke karya-karya Jabin Ibn Hayyan.

Jabir mengembangkan keilmuannya sampai batas tak tertentu. Dalam hal teori keseimbangan misalnya, diakui para ilmuwan modern sebagai terobosan baru dalam prinsip dan praktik alkemi dari masa sebelumnya. Sangat spekulatif, di mana Jabir berusaha mengkaji keseimbangan kimiawi yang ada di dalam suatu interaksi zat-zat berdasarkan sistem numerologi (studi mengenal arti klenik dari sesuatu dan pengaruhnya atas hidup manusia) yang diteapkannya dalam kaitan dengan alfabet 28 huruf Arab untuk memperkirakan proporsi alamiah dari produk sebagai hasil dari reaktan yang bereaksi.

Jelas dengan ditemukannya proses pembuatan asam anorganik oleh Jabir telah memberikan arti penting dalam sejarah kimia. Di antaranya adalah hasil penyulingan tawas, amonia khlorida, potasium nitrat dan asam sulferik.

Di antara karyanya yang terkenal adalah al-Hikmah al-Falsafiyah, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin Summa Perfection, ia menyatakan reaksi kimia adalah, ”Air raksa (merkuri) dan belerang (sulfur) bersatu membentuk satu produk tunggal, tapi masing-masing mempertahankan karakteristik alaminya. Kedua unsur itu berinteraksi dan bercampur sedemikian rupa sehingga tidak mungkin membedakannya. Jika ingin memisahkan bagian-bagian terkecil dari dua kategori itu oleh instrumen khusus, maka akan tampak bahwa tiap elemen (unsur) mempertahankan karakteristik teoretisnya. Hasilnya dalah suatu kombinasi kimiawi antara unsur yang terdapat dalam keadaan keterkaitan permanen tanpa perubahan karakteristik dari masing-masing unsur.”

Ide-ide eksperiman itu sekarang dikenal sebagai dasar untuk mengklasifikasikan unsur kiia, utamnya metal, nonmetal dan penguraian zat kimia. Dalam bidang ini ia merumuskan tiga tipe berbeda dari zat kimia berdasarkan unsur-unsurnya, yaituk; 1) Air (spirits), merupakan yang mempengaruhi penguapan pada proses pemanasan, seperti pada bahan camphor, arsenik dan amonium klorida. 2) Metal, seperti pada emas, perak, timah, tembaga, besi. 3) Bahan campuran, yang dapat dikonversi menjadi semacam bubuk.

Weh. . weh. . weh. . canggih pisan euy, ru macana tos keliengan apalagi praktekna, hehehe. Ten Finger dech buat om Jabir Ibn Hayyan.

Sumber: Majalah Puteri ed.04 Januari 2004 hal.84-85